Rabu, 21 Juli 2010

memiliki

Saya memilikinya saat dia berada dihadapan saya. Selebihnya saya tidak tahu dia milik siapa.
Salah saya yang berpendapat seperti itu karena saya terlalu curiga padanya?
Salahnya yang terlalu terbuka dengan orang lain?
Sebaliknya, saya disini selalu menjaga hati saya hanya untuk dirinya. Saya yang selalu bertahan, berjuang supaya rasa cinta itu tetap ada dihati saya. Saya berusaha supaya cinta itu tidak berubah menjadi lelah atau benci. Tapi saya hanyalah orang bisa. Hati saya sakit, selalu bertanya. Apakah masih ada rasa cinta dihatinya?
Disini saya selalu curahkan cinta saya cuma buat dia. Cuma buat satu orang. Saya selalu menjaga hati saya, semua demi dirinya.
Kapan dia bisa mengerti hal tersebut?
Sempat saya menganggap kalau saya ini hanya pemuas nafsunya, pemuas materinya.
Astaghfirullah, saya tidak berniat berfikir seperti itu.
Tapi kelakuannya yang mencerminkan itu semua. Dia memanggil saya ketika dia perlu sama saya, butuh saya. Setelah itu, saya tak dianggap olehnya. Hanya hiasan patung indah yang dia pelihara disudut ruangnya.
Apa salah saya yang sebenarnya?
Saya selalu tulus dalam mencintai seseorang. Tak pernah setengah hati. Tapi selalu saja disakiti, diselingkuhi.
Saya teringat pepatah, "kita bisa memiliki hatinya, cintanya, bahkan tubuhnya. tetapi kita tidak akan pernah bisa memiliki jalan hidupnya". Saya percaya pepatah tersebut dalam hal ini. Kalau jalan hidupnya memang untuk menyakiti dan memperalat saya. Saya bisa apa? Mungkin cuma pasrah saja. Menunggu sampai cinta ini runtuh dan sampai saya tak kuat lagi untuk bertahan.

Minggu, 18 Juli 2010

tanpa judul

Seribu ragu yang kian menyerang, tapi diriku terlanjur sayang
Walau arah mata angin berlawan, tapi 'ku bertahan dan 'ku berjalan.

aku terlanjur cinta kepadamu
dan tlah kuberikan seluruh hatiku
tapi mengapa baru kini kau pertanyakan cintaku
aku pun tak mengerti yang terjadi
apa salah dan kurang ku padamu
kini terlambat sudah untuk dipersalahkan
karna sekali cinta, aku tetap cinta

Saya harap orang yang saya sayangi itu membaca posting blog ini. Agar dia tahu betapa saya mencintainya. Agar dia bisa berfikir lagi, apakah masih tega menyakiti saya? apakah saya masih pantas diakiti olehnya?

pilihan

Saya tidak tahu, apakah pilihan yang saya pilih ini tepat? baik untuk saya?
Setidaknya saya tidak mendua.
Tetapi saya yakin pilihan saya ini menyebabkan satu hati sakit.
Saya pun tak bisa menceritakan ini dengan lancar. Saya susah merangkai kata kata untuk mengisahkan cerita ini. Mungkin karena begitu sakit hati saya, dan pasti hatinya.
Pilihan ini datang saat saya menunggu seorang yang sangat saya sayangi. Dia hadir memberikan semua yang saya inginkan dan tidak saya dapatkan dari orang yang saya sayangi tersebut. Salah saya, saya terlalu memberinya harapan, memberinya cahaya. Padahal saya tahu hatinya rapuh. Hatinya lelah.
Sekarang saya telah menyakitinya. Mengecewakannya. Atau mungkin membuatnya menangis sekarang.
Saya lebih memilih orang yang saya sayangi itu, entah dia sayang juga atau tidak sama saya. Saya memilih orang yang pernah menyakiti hati saya, bukan yang membuat saya nyaman berada disampingnya. Saya memilih dia.
Apakah ini yang namanya cinta?
tetap mencintai walupun tersakiti.
Apakah ini terlanjur sayang?
tetap menyayangi walapun ada yang lebih menarik disana.

Jumat, 02 Juli 2010

tentang meninggalkan dan yang ditinggalkan

Biarkan ku pergi..
Jangan kau tanyakan lagi..
Ku yakin ini yang terbaik untuk kau dan diri ku
Biarkan berlalu,rasa cinta ini di hati..
Ku tak bisa untuk menahan, aku luka di sini
(Ungu - Luka Disini)


Pergilah kau
Pergi dari hidupku
Bawalah semua rasa bersalahmu
Pergilah kau
Pergi dari hidupku
Bawalah rahasiamu yang tak ingin kutahui
Bertahun-tahun bersama
Kupercayaimu
Kubanggakan kamu
Berikan s’galanya
Aku tak mau lagi
Ku tak mau lagi
(Sherina Munaf - Pergilah Kau)

karena ku sanggup walau ku tak mau
berdiri sendiri tanpamu
aku mau kau tak usah ragu tinggalkan aku
kalau memang harus begitu
tak yakin ku kan mampu hapus rasa sakitku
ku selalu perjuangkan cinta kita namun apa salahku
hingga ku tak layak dapatkan kesungguhanmu
(Agnes Monica - Karena Kusanggup)