Saya tidak tahu harus menceritakan semua ini darimana. Mungkin bagi saya hal ini adalah hal yang memilukan bagi saya. Ini tentang superhero saya. Tentang orang yang sangat saya kagumi dan saya sayangi. Kemarin, saya sangat tidak menyangka dia akan mengatakan hal yang sangat menyakitkan hati saya.
Saya mengerti perasaan hatinya. Sakit. Mungkin sesakit perasaan hati saya sekarang.
Saya memang bukan mantannya yang seorang Dokter.
Saya bukan Mr.D yang model.
Saya bukan orang rupawan yang mengiriminya sms kemarin.
Saya bukan datang dari keluarga terhormat.
Rendahan, sampah. Itu yang memang pantas untuk saya.
Saya hanya orang biasa yang ingin sekali dicintai dan mencintai dengan tulus tanpa memandang latar belakang saya.
Saya memang hanya anak pembantu. Anak jongos dan babu cina.
Saya memang bukan seseorang yang bisa dibanggakan.
Tapi tiap detik dan tiap menit saya berusaha untuk bisa mencari celah keluar dari itu semua.
Saya tahu handphone saya tidak sebagus handphone blackberry atau iPhone. Tapi coba ingat lagi, handphone itu yang membantunya saat ingin menguhubungi keluarganya atau dosennya saat dia terkena musibah. Saya tidak ingin riya atau dipuji. Saya hanya ingin dihargai.
Kemarin saya merasa sangat rendah. Bahkan rendahan sekali sepertinya.
Kemarin saya sakit. Sakit hati saya. Karena semua yang melakukan itu adalah orang yang sangat saya sayangi sekarang.
Sakit rasanya.
Sabtu, 19 Juni 2010
Kamis, 20 Mei 2010
lelah
Lelah
Ya memang mungkin rasa itu yang sedang hinggap dihati saya sekarang. Saya merasa tak dihargai sebagai seorang manusia. Entah ini hanya perasaan saya yang selalu dibilang berlebihan atau memang begitu kenyataannya. Meremehkan saya dengan sesuatu yang menurut saya itu tidak terlalu penting, hanya sebuah Film. Saya juga tidak tahu film apa itu, sampai saya tak dihargai seperti ini. Saya sedih, kecewa, marah. Tapi sayangnya tak pernah ada yang mengerti tentang itu. Seberapa asik kah dunianya? sampai sayapun tak diizinkan untuk masuk kedalam dunianya tersebut. Sampai saya mengatakan kalau saya rindu, tidak pernah ada lagi timbal balik dari semua itu.
Cuma lelah yang saya rasakan saat ini.
Ingin sekali rasanya mengurangi rasa yang ada dihati saya ini. Tapi terlambat, itu sudah tertanam kuat dihati saya. Walaupun saya saya sadar kalau hubungan ini semu. Yang tak akan ada ujungnya. Tapi semakin saya mencoba untuk mengurangi perasaan ini malah perasaan tersebut menjadi bertambah kuat, sangat kuat.
Saya ingin dia tahu. Saya sangat menyayanginya, atau bahkan mencintaimya.
Kapan hal tersebut dapat terbesit dibenaknya.
Saya tak tahu memang sifatnya yang sedikit cuek atau memang saya yang terlalu berlebihan.
Saya ingin sekali dia baca tulisan ini, kalaupun dia tidak mengerti setidaknya dia tahu perasaan saya yang sebenarnya.
Yah, sekarang saya jalani aja semua ini apa adanya. Berjalannya waktu, biasanya itu lebih indah.
Saya sudah lelah untuk mengemis cintanya, perhatiannya, ataupun kata-kata manisnya.
Sekarang yang penting talk less, do more!
Ya memang mungkin rasa itu yang sedang hinggap dihati saya sekarang. Saya merasa tak dihargai sebagai seorang manusia. Entah ini hanya perasaan saya yang selalu dibilang berlebihan atau memang begitu kenyataannya. Meremehkan saya dengan sesuatu yang menurut saya itu tidak terlalu penting, hanya sebuah Film. Saya juga tidak tahu film apa itu, sampai saya tak dihargai seperti ini. Saya sedih, kecewa, marah. Tapi sayangnya tak pernah ada yang mengerti tentang itu. Seberapa asik kah dunianya? sampai sayapun tak diizinkan untuk masuk kedalam dunianya tersebut. Sampai saya mengatakan kalau saya rindu, tidak pernah ada lagi timbal balik dari semua itu.
Cuma lelah yang saya rasakan saat ini.
Ingin sekali rasanya mengurangi rasa yang ada dihati saya ini. Tapi terlambat, itu sudah tertanam kuat dihati saya. Walaupun saya saya sadar kalau hubungan ini semu. Yang tak akan ada ujungnya. Tapi semakin saya mencoba untuk mengurangi perasaan ini malah perasaan tersebut menjadi bertambah kuat, sangat kuat.
Saya ingin dia tahu. Saya sangat menyayanginya, atau bahkan mencintaimya.
Kapan hal tersebut dapat terbesit dibenaknya.
Saya tak tahu memang sifatnya yang sedikit cuek atau memang saya yang terlalu berlebihan.
Saya ingin sekali dia baca tulisan ini, kalaupun dia tidak mengerti setidaknya dia tahu perasaan saya yang sebenarnya.
Yah, sekarang saya jalani aja semua ini apa adanya. Berjalannya waktu, biasanya itu lebih indah.
Saya sudah lelah untuk mengemis cintanya, perhatiannya, ataupun kata-kata manisnya.
Sekarang yang penting talk less, do more!
Rabu, 12 Mei 2010
priced me!
Semua ini bukan salahnya. Tapi mungkin memang salah saya. Ketika saya yakin untuknya. Ketika saya percaya sepenuhnya sama dia. Tapi tak sedikitpun dia hargai saya.
Saya berikan semua yang bisa saya berikan untuknya. Saya bantu dia sekuat tenaga saya. Bahkan, saya rela berkorban untuknya.
Tapi apa balasannya untuk saya?? Nihil.
Saya gak akan nyalahin siapa-siapa untuk hal ini. Bukan salahnya kalau dia tidak menempatkan saya di prioritas nomor satu, ketika saya menempatkannya di nomor satu.
Satu minggu ini saya tak melihat dan merasakan rasanya untuk saya lagi. Bukan karena saya lebay atau posesif.
Saya takut dia lepas. saya takut dia pergi.
Saya hanya ingin dia mengerti kalau saya cemburu. Saya sedih. Saya rindu. Saya cinta dia. Saya hargai dia.
Dan saya pun ingin dia tau, tiap nafas, tiap kedipan mata, tiap gerakan saya sekarang saya dedikasikan untuknya.
Saya berikan semua yang bisa saya berikan untuknya. Saya bantu dia sekuat tenaga saya. Bahkan, saya rela berkorban untuknya.
Tapi apa balasannya untuk saya?? Nihil.
Saya gak akan nyalahin siapa-siapa untuk hal ini. Bukan salahnya kalau dia tidak menempatkan saya di prioritas nomor satu, ketika saya menempatkannya di nomor satu.
Satu minggu ini saya tak melihat dan merasakan rasanya untuk saya lagi. Bukan karena saya lebay atau posesif.
Saya takut dia lepas. saya takut dia pergi.
Saya hanya ingin dia mengerti kalau saya cemburu. Saya sedih. Saya rindu. Saya cinta dia. Saya hargai dia.
Dan saya pun ingin dia tau, tiap nafas, tiap kedipan mata, tiap gerakan saya sekarang saya dedikasikan untuknya.
Jumat, 07 Mei 2010
Kemarin, dua bulan ini
Tak sangka saya kalau akan sampai hari ini hubungan ini akan berjalan.
Cuma satu kata sih, alhamdullilah. Saya senang, bahagia.
Terima kasih untuk semuanya ya. Terima kasih sudah membuat saya belajar. Membuat saya bisa merasakan semua rasa yang ada didunia ini.
Maaf juga kalo saya belum bisa jadi yang kamu ingini. Belum bisa jadi yang terbaik. Tapi saya tiap detik, tiap menit, bahakan tiap hela nafas saya, saya selalu belajar buat jadi yang terbaik buat kamu.
Sekarang saya makin mengerti tentang kamu, cinta kamu.
Suka kalau saya manja.
Suka kalau saya agresif.
Suka kalau saya bawa makanan.
Tidak suka kalau saya merajuk.
Tidak suka kalau saya tanya masih sayang atau gak.
Tidak suka kalau saya potong pembicaraannya.
Setidaknya itu sekilas tentang tabiatnya. Masih banyak tabiatnya yang lain yang membuat saya semakin jatuh cinta sama kamu, setiap hari. Yang selalu bikin saya resah kalo gak bales sms saya. Selalu bikin bete kalo saya lagi mellow. Selalu bikin saya melayang kalo lagi good mood. Karena saya tahu kamu itu MOODY.
but all, i dont care
i love everything on you
dont stop loving me, altough sun stop lighting
dont change little more, on your love i find glad
Cuma satu kata sih, alhamdullilah. Saya senang, bahagia.
Terima kasih untuk semuanya ya. Terima kasih sudah membuat saya belajar. Membuat saya bisa merasakan semua rasa yang ada didunia ini.
Maaf juga kalo saya belum bisa jadi yang kamu ingini. Belum bisa jadi yang terbaik. Tapi saya tiap detik, tiap menit, bahakan tiap hela nafas saya, saya selalu belajar buat jadi yang terbaik buat kamu.
Sekarang saya makin mengerti tentang kamu, cinta kamu.
Suka kalau saya manja.
Suka kalau saya agresif.
Suka kalau saya bawa makanan.
Tidak suka kalau saya merajuk.
Tidak suka kalau saya tanya masih sayang atau gak.
Tidak suka kalau saya potong pembicaraannya.
Setidaknya itu sekilas tentang tabiatnya. Masih banyak tabiatnya yang lain yang membuat saya semakin jatuh cinta sama kamu, setiap hari. Yang selalu bikin saya resah kalo gak bales sms saya. Selalu bikin bete kalo saya lagi mellow. Selalu bikin saya melayang kalo lagi good mood. Karena saya tahu kamu itu MOODY.
but all, i dont care
i love everything on you
dont stop loving me, altough sun stop lighting
dont change little more, on your love i find glad
Selasa, 27 April 2010
:D
X :"kamu inget kata kata temen kamu gak??"
Y :"yang mana??"
X :"cinta itu sperti burung, kalo digenggam terlalu kuat dia bakal mati, dan kalo digenggam terlalu lemah dia bakal lepas"
Y :"oh, inget! kenapa emangnya??"
X :"itu bener, seharusnya kita rawat burung itu, kita taruh dalam sangkar yang indah supaya dia nyaman. Dia gak bakal lepas dan tetep jadi milik kita kan??"
Y :"iyaa, aku ngerti!"
Setidaknya itu yang dia bilang sama saya. Saya janji buat dia. Saya janji mau bikinin sangkar yang indah supaya burung kita itu nyaman. Tapi saya harap juga supaya burung kita itu gak gigit tangan saya saat saya lengah atau lupa kasih dia makan.
Saling percaya
Y :"yang mana??"
X :"cinta itu sperti burung, kalo digenggam terlalu kuat dia bakal mati, dan kalo digenggam terlalu lemah dia bakal lepas"
Y :"oh, inget! kenapa emangnya??"
X :"itu bener, seharusnya kita rawat burung itu, kita taruh dalam sangkar yang indah supaya dia nyaman. Dia gak bakal lepas dan tetep jadi milik kita kan??"
Y :"iyaa, aku ngerti!"
Setidaknya itu yang dia bilang sama saya. Saya janji buat dia. Saya janji mau bikinin sangkar yang indah supaya burung kita itu nyaman. Tapi saya harap juga supaya burung kita itu gak gigit tangan saya saat saya lengah atau lupa kasih dia makan.
Saling percaya
learn from experience
Belajar dari kesalahan dan pengalaman. Mungkin itu yang saya lakukan sekarang. Saya mengerti maunya sekarang setelah dia jelaskan panjang lebar kemarin.
Untuk itu saya berjanji sama dia untuk belajar menjadi seperti yang dia ingini. Selama itu tidak mengekang saya, akan saya lakukan. Saya tak ingin dia pergi. Saya tak ingin dia lepas. Akan saya buat dia senyaman mungkin disamping saya. Walaupun saya tak nyaman ataupun tak tenang.
Kalau saya mulai merajuk dan penyakit saya itu muncul lagi, mungkin hanya diam saja sekarang yang saya akan lakukan. Saya gak mau bertengkar lagi. Saya capek.
Mungkin dia lebih capek dari saya. Saya sadar, setelah penyakit saya kambuh saya gak bisa ngapa-ngapain lagi. Saya cuma bisa mengucapkan satu kata yaitu "MAAF" yang mungkin dia sudah capek buat maafin saya.
Tapi mungkin karena cintanya yang bisa maafin penyakit saya itu.
Sekarang saya percaya cintanya sama saya, walaupun tak pernah dia ucapkan didepan saya. Dia ingin hubungan yang dewasa. Bukan hubungan anak kecil atau anak SMP yang monyet-monyetan. Yang gak ditelepon atau disms langsung berfikir macam-macam.
Saya tadinya seperti itu. Tapi sekarang saya ingin belajar.
Belajat mengerti dia.
Belajar buat gak negatif thinking sama dia.
Belajar buat mengerti apa yang udah dia lakukan buat saya selama ini.
Belajar supaya dia nyaman ada disamping saya.
Belajar buat percaya sama dia, sama cintanya.
Yah, namanya penyakit. Kalau kambuh itu pasti. Mungkin kalau penyakit saya kambuh yang selalu bikin dia bete sebel atau apalah itu namanya.
Saya akan lebih memilih diam. Gak akan saya utarakan sama dia. Biar saya aja yang tau dan ngerasainnya. Mungkin saya akan lebih nyaman ngungkapin itu semua sama angin, pohon, dan kesendirian saya. Gak akan ada yang bete. Gak akan ada yang marah-marah.
Sekarang saya percaya sama dia. Saya harap dia gak nyia-nyiain kepercayaan saya. Kalaupun sampe kayak gitu, saya ingat saya punya Allah.
Dia pasti bakal nunjukin kebenaran kok.
to be
honest!
believe!
positive thinking! :)
Untuk itu saya berjanji sama dia untuk belajar menjadi seperti yang dia ingini. Selama itu tidak mengekang saya, akan saya lakukan. Saya tak ingin dia pergi. Saya tak ingin dia lepas. Akan saya buat dia senyaman mungkin disamping saya. Walaupun saya tak nyaman ataupun tak tenang.
Kalau saya mulai merajuk dan penyakit saya itu muncul lagi, mungkin hanya diam saja sekarang yang saya akan lakukan. Saya gak mau bertengkar lagi. Saya capek.
Mungkin dia lebih capek dari saya. Saya sadar, setelah penyakit saya kambuh saya gak bisa ngapa-ngapain lagi. Saya cuma bisa mengucapkan satu kata yaitu "MAAF" yang mungkin dia sudah capek buat maafin saya.
Tapi mungkin karena cintanya yang bisa maafin penyakit saya itu.
Sekarang saya percaya cintanya sama saya, walaupun tak pernah dia ucapkan didepan saya. Dia ingin hubungan yang dewasa. Bukan hubungan anak kecil atau anak SMP yang monyet-monyetan. Yang gak ditelepon atau disms langsung berfikir macam-macam.
Saya tadinya seperti itu. Tapi sekarang saya ingin belajar.
Belajat mengerti dia.
Belajar buat gak negatif thinking sama dia.
Belajar buat mengerti apa yang udah dia lakukan buat saya selama ini.
Belajar supaya dia nyaman ada disamping saya.
Belajar buat percaya sama dia, sama cintanya.
Yah, namanya penyakit. Kalau kambuh itu pasti. Mungkin kalau penyakit saya kambuh yang selalu bikin dia bete sebel atau apalah itu namanya.
Saya akan lebih memilih diam. Gak akan saya utarakan sama dia. Biar saya aja yang tau dan ngerasainnya. Mungkin saya akan lebih nyaman ngungkapin itu semua sama angin, pohon, dan kesendirian saya. Gak akan ada yang bete. Gak akan ada yang marah-marah.
Sekarang saya percaya sama dia. Saya harap dia gak nyia-nyiain kepercayaan saya. Kalaupun sampe kayak gitu, saya ingat saya punya Allah.
Dia pasti bakal nunjukin kebenaran kok.
to be
honest!
believe!
positive thinking! :)
Jumat, 23 April 2010
about you, my mind
sumpah
i love you,
i miss you,
i need you
aku tak bisa musnahkan kamu dari otakku.
kaulah yang pertama
yang memberi arti cinta
tuk selamanya tetap dihatiku
ingin memelukmu, mendekap hangat cintamu
tuk selamanya tetaplah dihatiku
dia selalu memberiku cinta
dan selalu damaikan jiwaku
oh nyamannya hatiku
bila ku bersamanya
jangan berhenti mencintaiku
meski mentari berhenti bersinar
jangan berubah sedikitpun
didalam cintamu kutemukan bahagia
i love you,
i miss you,
i need you
aku tak bisa musnahkan kamu dari otakku.
kaulah yang pertama
yang memberi arti cinta
tuk selamanya tetap dihatiku
ingin memelukmu, mendekap hangat cintamu
tuk selamanya tetaplah dihatiku
dia selalu memberiku cinta
dan selalu damaikan jiwaku
oh nyamannya hatiku
bila ku bersamanya
jangan berhenti mencintaiku
meski mentari berhenti bersinar
jangan berubah sedikitpun
didalam cintamu kutemukan bahagia
Langganan:
Postingan (Atom)